previous arrow
next arrow
Shadow
Slider

Mengenal Paraben, SLS/SLES dan Aluminum Chlorohydrate pada produk Skin Care, Body Care dan Cosmetic

Haloo Smart Rich Happy Bisnetter dan Oriflamers semua…

Kali ini saya akan sharing dari berbagai sumber tentang 3 ingredients produk yang biasa terdapat pada Skin Care, Hair & Body Care dan Cosmetics yang paling sering ditanyakan dan dikhawatirkan oleh banyak orang yaitu

– Paraben

-SLS /SLES

-Aluminum Chlorohydrate.

Ayooo siapa yang tau apa itu Paraben, SLS/SLES dan Aluminum Chlorohydrate?

Apa Fungsi Paraben, SLS/SLES dan Aluminum Chlorohydrate ?

Berbahayakah produk yang mengandung Fungsi Paraben, SLS/SLES dan Aluminum Chlorohydrate ?

Berapa batasan aman Fungsi Paraben, SLS/SLES dan Aluminum Chlorohydrate dalam sebuah produk ?

Dan banyak yang bertanya apakah produk Oriflame yang diklaim alami dan aman mengandung bahan bahan seperti Paraben, SLS/SLES dan Aluminum Chlorohydrate?

Jawabannya klik disini ya

Apakah Paraben, SLS/SLES dan Aluminum Cholohydrate berbahaya bagi kesehatan khususnya ibu hamil dan menyusui?

Banyaknya berita yang menyatakan Paraben, SLS/SLES dan Aluminum Chlorohydrate sebagai penyebab kanker menjadikannya image berbahaya yang menakutkan bagi wanita yang ingin tampil cantik.

Benarkah rumor tersebut ?

Langsung saja kita bahas yuk..

🌀PARABEN

Kita sudah lama mendengar rumor tentang paraben yang dituding sebagai penyebab kanker. Paraben dianggap sebagai bahan berbahaya karena sifatnya yang menyerupai hormon estrogen, dan diduga meningkatkan risiko kanker payudara. Apakah ini benar?

Definisi Paraben menurut Wikipedia

Paraben adalah kelas pengawet banyak digunakan dalam produk kosmetik dan farmasi .
Secara kimia, mereka adalah serangkaian parahydroxybenzoate atau ester dari asam parahydroxybenzoic (juga dikenal sebagai asam 4-hydroxybenzoic ).
Paraben adalah pengawet yang efektif dalam banyak jenis formula. Senyawa-senyawa ini, dan garamnya, digunakan terutama untuk sifat Bakterisidal dan Fungisidanya.
Kandungan Paraben banyak kita dapati pada produk :

🌡Skin Care seperti Moisturizer atau krim krim pelembab, tabir surya, tanning

🌡Make Up seperti Lipstik Foundation, Eyeshadow, Maskara

🌡Personal care seperti shampoo, Pasta gigi.

🌡Obat-obatan topikal / parenteral, juga sebagai pengawet makanan .

Belum ada hubungan langsung yang efektif antara paraben dan kanker .

Beberapa turunan Paraben yang biasa ditemukan dalam produk kosmetik antara lain

🎟Methylparaben,

🎟Ethylparaben,

🎟Propylparaben,

🎟Isopropylparaben

🎟Isobutylparaben, dan

🎟Butylparaben.

Nah bisa check di list ingredients di produk perawatan dan make up yang kamu pakai ya ada gak bahan bahan diatas jika ada maka produkmu mengandung Paraben.

Pertanyaannya :

Apakah kita harus menghindari PARABEN?

Sebelumnya kenali dulu fungsi Paraben dalam Skincare dan Make Up serta produk Toiletries (Hair and Body Care)

Fungsi Paraben

🌡Memperpanjang usia pakai produk Skin Care, Kosmetik, Obat, Makanan, Skincare, kosmetik, serta produk Personal Care seperti deodorant atau shampoo

🌡Melindungi produk dari pertumbuhan bakteri dan jamur, sehingga lebih awet.

🌡Melindungi kulit dari jamur atau bakteri dari aplikator yang digunakan untuk mengaplikasi produk skincare atau kosmetik

Bayangkan tanpa kandungan paraben, maka yang terjadi adalah cleanser, lotion, lipstik, bedak foundation, atau maskara yang kita miliki sudah penuh bakteri dan jamur dalam jangka waktu singkat.
Paraben sendiri pun terbuat dari asam yang ditemukan pada blackberries dan raspberries.
Paraben pada tingkat rendah terbuat secara alami pada makanan tertentu, seperti barley, stroberi, arus, vanili, wortel dan bawang, namun paraben pada kosmetik berasal secara sintetis dari petrokimia.

Batas aman penggunaan Paraben

FDA (Federal Food, Drug and Cosmetic) mengizinkan penggunaan paraben dengan beberapa ketentuan.

Salah satunya adalah memenuhi batasan penggunaan yang diperbolehkan.

✨Batas aman Paraben menurut FDA :

🎟0,4% untuk ester tunggal dan

🎟0,8% untuk ester campuran

✨Batas aman Paraben menurut BP POM :
Berdasarkan peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia nomor 18 tahun 2015 tentang persyaratan teknis bahan kosmetika, bahan yang boleh digunakan sebagai bahan dasar kosmetik namun harus dibatasi kadarnya adalah sebagai berikut:

No.5
5. Paraben (propil, isopropil, butil, dan isobutil) maksimal 0,14%.

Penggunaan paraben dalam sebuah produk dianggap aman apabila tidak lebih dari 25%, sedangkan di dalam produk kosmetik umumnya kadar paraben hanya berkisar antara 0,01% hingga 0,3% saja.


Menurut Skin Inc., situs yang memuat informasi tentang sains dan teknologi di belakang skincare menyatakan bahwa “paraben akan keluar dari tubuh dalam waktu 36 jam.

Selain itu, penelitian menunjukkan bahwa aktivitas estrogen yang ada dalam paraben ternyata 100,000 X lebih lemah dari estrogen yang diproduksi secara natural dari dalam tubuh.

Artinya, untuk bisa menimbulkan efek estrogenik yang berhubungan dengan kanker payudara, dosis paraben dalam kosmetik harus ditambahkan beribu-ribu kali lipat.

Meski masih banyak pro dan kontra tentang penggunaan paraben dalam industri kecantikan namun sejauh BP POM dan FDA memberi batasan yang aman dalam penggunaan, maka jika digunakan tentunya masih dalam batas aman, apalagi jika prosentase kandungannya jauh dibawah batas yang ditetapkan maka tentunya aman.

Dan paraben akan keluar dari tubuh dalam waktu 36 jam.

🌀SLS (Sodium Lauryl Sulfate)

Definisi SLS menurut Wikipedia :

SLS adalah jenis surfaktan yang sangat kuat dan umum digunakan dalam produk-produk pembersih noda minyak dan kotoran.

Sebagai contoh, SLS ini banyak ditemukan dalam konsentrasi tinggi pada produk-produk industri seperti pembersih mesin (engine degreaser), pembersih lantai, dan shampo mobil.

SLS digunakan dalam kadar rendah di dalam pasta gigi, sabun, shampo dan busa pencukur.

SLS ini adalah bahan utama di dalam formulasi kimia untuk menghasilkan busa karena efek pengentalnya dan kemampuan untuk menghasilka busa.

🌀SLES (Sodium Lauret Sulfate)

Definisi SLES menurut Wikipedia :

Sodium laureth sulfate atau sodium lauryl ether sulfate (SLES), adalah detergen dan Surfaktan yang biasa ditemui di tempat-tempat yang menjual produk perawatan tubuh, seperti Sabun, Shampoo, Pasta gigi, dll. SLES mudah ditemukan di toko kimia dengan harga yang relatif murah. SLES efektif sebagai unsur pembuat busa.

SLS dan SLES adalah foaming agent atau bahan penghasil busa padA produk skincare atau personal care. Busa nya berfungsi untuk mengangkat kotoran dan minyak dari permukaan kulit kita

Apa Perbedaan SLS dan SLES?
SLS lebih sering membuat iritasi jangan dipakai di kulit sensitive atau kulit kering(High Irritant)
SLES sering disebut non iritasi (Low Irritant)

Apakah SLS atau SLES berbahaya ?

Selama Produk sudah Lolos uji di BP POM dan FDA maka keamanannya sudah terjamin karena sudah ada batasan Kandungan minimal dan maksimal yang ditetapkan. Jika melewati batas yang ditetapkan itu berbahaya. Dan SLS ataupun SLES adalah Senyawa yang jika dibilas air maka akan keluar dari tubuh.

🌀ALUMINUM CHLOROHYDRATE

Definisi Aluminum Chlorohydrate menurut Wikipedia
Aluminium chlorohydrate adalah sekelompok Garam Aluminium spesifik yang memiliki formula umum Al n Cl (3n-m) ( OH ) m . Ini digunakan dalam kosmetik sebagai Antiperspirant dan sebagai koagulan dalam pemurnian air .

Jadi Ini adalah bahan aktif terutama digunakan pada produk deodorant.

Fungsi Aluminum Chlorohydrate :

Aluminium adalah bahan aktif yang terdapat pada kebanyakan produk deodoran dan anti keringat Atau antiperspirant.Kulit akan menyerap bahan aktif ini dan fungsi Aluminum Chlorohydrate adalah menghambat kelenjar keringat pada ketiak.

Dengan begitu, tubuh tidak akan memproduksi keringat sebanyak biasanya sehingga bakteri tak akan berkumpul. Bakteri yang dihasilkan oleh kelenjar keringat adalah penyebab bau badan tak sedap.

CARA KERJA ALUMINUM CHLOROHYDRATE
Aluminium bekerja untuk mencegah keringat dengan cara membangun lapisan penghalang pada permukaan kulit di mana Anda menggunakan deodoran. Lapisan tersebut terbentuk karena reaksi aluminium dengan kandungan air dalam keringat.

Apakah Benar Aluminum Chlorohydrate Berbahaya ?

Banyak Pendapat diluaran sana bahwa Aluminum Chlorohydrate dianggap penyebab penyakit Kanker Payudara dan Alzheimer.

Benarkah demikian ? Para Ahli dan Penelitian belum membuktikan hubungan Aluminum Chlorohydrate dengan penyakit penyakit tersebut.Masih sebatas dugaan saja.

Hal paling menakjubkan tentang kulit yaitu kulit sebagai lemisah dan pelindung kita dari dunia luar termasuk logam halus seperti aluminium.

Aluminium Klorida masuk ke saluran keringat untuk membentuk sumbatan dan menghentikan keringat.
tetapi tetap berada di pembukaan saluran, sampai terjatuh.
Aluminium Klorida tidak dapat menembus ke dalam lapisan minyak alami yang berada di atas kulit dan berguna sebagai penghalang.

Bukan berarti antiperspirant yang menjaga dari keringat akan mengacaukan suhu tubuh.
Ditambah, ginjal kita akan membersihkan aluminium yang terserap.

Apakah produk Deodorant atau Antiperspirant yang mengandung Aluminum Chlorohydrate berbahaya ?

Selama sudah lolos uji di BP POM dan FDA maka sudah memenuhi batas aman bagi kesehatan untuk digunakan.

Apakah Paraben, SLS/SLES dan Aluminum Chlorohydrate Berbahaya dan Wajib dihindari?

Kesimpulannya

✨ 3 bahan ini Paraben, SLS/SLES dan Aluminum Chlorohydrate adaah seperti bahan kimia lain yang jika kadarnya dalam produk sesuai dengan aturan standard aman dan lolos uji dari BP POM dan FDA maka AMAN digunakan .

✨Cek ingredient produk anda jika urutan bahan bahan ini Dibagian akhir maka Prosentase kadarnya dalam produk tersebut sangat kecil

✨ untuk SLS dan SLES jika kadar sangat kecil dalam sebuah produk maka busanya tidak begitu melimpah dan tidak menyebabkan kulit kering atau rasa tertarik dikulit.

✨ Semua dugaan atas bahan bahan diatas sebagai penyebab sakit kanker payudara atau alzhaimer masih sebatas hipotesa , kesimpulan dari penelitian penelitian namun hasilnya masih belum pasti dan saat ini masih menjadi perdebatan para ahli.

✨Jadilah konsumen cerdas dengan selalu memperhatikan ingredients pada setiap produk yang dibeli.

Karena tidak hanya skin care dan kosmetika saja namun makanan yang kita kobsumsi sehari hari juga tidak lepas dari bahan kimia pengawet.

Selama dalam takaran yang tidak berlebihan, olahraga cukup, minum air putih 1,5-2 liter sehari, istirahat cukup, makan bergizi, dan selalu sadar untuk rilex dalam setiap tekanan maka akan meminimalisasi semua efek Negatif bahan bahan kimia yang masuk dalam tubuh.

Keputusan ada pada teman teman apakah menggunakan produk yang jujur mencantumkan bahan bahan ini di list ingredients produk skin care, kosmetik dan makanan anda atau memilih yang Paraben free, SLS/SLES Free dan Aluminum Chlorohydrate free

Semoga bermanfaat yaa…

Close Menu